Kamis, 06/11/2008 15:44 WIB
Poster 'Pocong Vs Kuntilanak' Jiplak?
Han Kristi - detikMovie
Jakarta - Beredar kabar poster film 'Pocong Vs Kuntilanak', mirip dengan poster film asal negeri paman Sam 'Freddy Vs Jason'. Sebuah kebetulan sekali, kedua film itu sama-sama berada di genre film horor thriller.
Dilihat dari gambar, terlihat kemiripan 'Pocong Vs Kuntilanak' dan 'Freddy Vs Jason'. Di dua poster itu, tokoh mahluk jahat itu saling bertatapan dengan latar belakang gelap.
'Freddy Vs Jason' lebih dulu beredar di pasaran pada 5 Maret 2004. Film ini mempertemukan dua tokoh hantu yang legendaris Freddy Krueger dan Jason Voorhees dalam satu scene. Setelah lama menghuni liang lahat Freddy dan Jason bangkit kembali untuk meneror remaja-remaja di Elm Street.
Sedangkan 'Pocong Vs Kuntilanak' mulai rilis hari ini, Kamis (6/11/2008). Film yang dibintangi Ahmad Zaki, Alia Rosa dan Aldy Taher itu menampilkan perseteruan antara pocong dan kuntilanak yang konon sudah dimulai dari zaman penjajahan Belanda.
Aldi Taher sang bintang 'Pocong Vs Kuntilanak' mengaku tidak mengetahui kemiripan poster filmnya itu. "Soalnya yang buat kan PHnya. Konsepnya mungkin sama ya. Film ini sama-masa nampilin dua setan yang legend," ucap Aldi saat dihubungi detikhot lewat telepon genggamnya, Kamis (6/11/2008).
Namun lawan main Dewi Persik di film 'Tiren' itu mengaku takut, ketika melihat papan reklame film 'Pocong Vs Kuntilanak' di salah satu bilangan Jakarta. "Gue baru lihat balihonya, serem banget," ungkapnya.
Di luar mirip atau tidak, Aldi menekankan film itu merupakan film horor pertama yang menampilkan pertarungan sengit antar dua mahluk halus dan layak untuk ditonton. "Gokil deh pokoknya film ini," ujarnya. (hkm/bdi)
Sunday, November 09, 2008
Poster Movie vs Cover Movie
Kalo yang gw baca di Cinemags ada lagi lho :
Ditto (Korea 2000) dan Hanya Untukmu (2008)
The Prestige (2006) dan Roh (2007)
Hirloom (Taiwan 2005) dan Tali Pocong Perawan (2008)
yang paling mirip banget......:
City of Angel (1998) dan Cinta Tia Maria
Saturday, November 08, 2008
Pekan Film Indonesia di Bandung
Wah diluar harapan, padahal ada beberapa film yang gw lewatkan waktu di Jakarta salahsatunya Eagleyes. Untung sempet sekali nonton Body of Lies nya Leonardo di Caprio. Dan Minggu2 waktu gw di Bandung, semuanya film Indonesia.
Dari beberapa film yang gw tonton, gw angkat topi buat Cinta Setaman. Lebih dari Laskar Pelangi menurut gw nih film, soalnya LP udah baca bukunya dan begitu mempesona jalan cerita di bukunya. Tapi Laskar Pelangi lebih dahsyat untuk sebuah karya adaptasi dari Novel dibanding Ayat-Ayat Cinta yang dibayarin nonton lagi juga males. Sorry yah Oom Hanung, gw salah satu pengagum karya2 mu. Doa yang Mengancam juga aku tonton kok, tapi masih belum bisa memukau ku lagi yah, dan lagi2 nih film adaptasi karya tulis tapi kali ini Cerpen. Akhir cerita nya seperti menggampangkan masalah, belum lagi seperti yang dikritik oleh harian Kompas, kok gak dibunuh saja Aming nya kalo tahu dia bakal bisa bikin kacau dunia kejahatan. Toh si penjahat diperankan Deddy Sutomo, sudah biasa ngabisin nyawa orang. Ini malah dipiara dan digaji lagi.
Untuk Cinta Setaman kok bisa dan berani yah orang Indonesia buat film seperti itu, walaupun ide nya tidak orisinil, karena Hollywod sudah duluan buat yang mirip potongan puzzle ini dan lebih menarik juga unik. Tapi untuk seorang Harry Dagoe (emang dagu nya agak lain yah hehehehe) semua artis top papan atas dan berkelas mau main di filmnya. Akting sendiri gw juga salut untuk Harry Dagoe justru. Kok bisa mirip gitu yah......asli melayu yah mas Harry. Lebih memukau dari akting melayu nya Cut Mini yang menurut gw terlalu dibuat buat......padahal gak mirip banget. Lebih mantap Ria Irawan. Tapi beneran loh saya pulang sedikit kecewa sama film ini...kecewa kok cepet bener habisnya. Ternyata memang bener film bagus tuh nyaman di tonton....semoga Citra mampir buat Filmnya Harry Dagoe ini.....
Dari beberapa film yang gw tonton, gw angkat topi buat Cinta Setaman. Lebih dari Laskar Pelangi menurut gw nih film, soalnya LP udah baca bukunya dan begitu mempesona jalan cerita di bukunya. Tapi Laskar Pelangi lebih dahsyat untuk sebuah karya adaptasi dari Novel dibanding Ayat-Ayat Cinta yang dibayarin nonton lagi juga males. Sorry yah Oom Hanung, gw salah satu pengagum karya2 mu. Doa yang Mengancam juga aku tonton kok, tapi masih belum bisa memukau ku lagi yah, dan lagi2 nih film adaptasi karya tulis tapi kali ini Cerpen. Akhir cerita nya seperti menggampangkan masalah, belum lagi seperti yang dikritik oleh harian Kompas, kok gak dibunuh saja Aming nya kalo tahu dia bakal bisa bikin kacau dunia kejahatan. Toh si penjahat diperankan Deddy Sutomo, sudah biasa ngabisin nyawa orang. Ini malah dipiara dan digaji lagi.
Untuk Cinta Setaman kok bisa dan berani yah orang Indonesia buat film seperti itu, walaupun ide nya tidak orisinil, karena Hollywod sudah duluan buat yang mirip potongan puzzle ini dan lebih menarik juga unik. Tapi untuk seorang Harry Dagoe (emang dagu nya agak lain yah hehehehe) semua artis top papan atas dan berkelas mau main di filmnya. Akting sendiri gw juga salut untuk Harry Dagoe justru. Kok bisa mirip gitu yah......asli melayu yah mas Harry. Lebih memukau dari akting melayu nya Cut Mini yang menurut gw terlalu dibuat buat......padahal gak mirip banget. Lebih mantap Ria Irawan. Tapi beneran loh saya pulang sedikit kecewa sama film ini...kecewa kok cepet bener habisnya. Ternyata memang bener film bagus tuh nyaman di tonton....semoga Citra mampir buat Filmnya Harry Dagoe ini.....
MUPENG - Maunya Indonesian Pie
5 Menit Awal sudah ketahuan nih film, maunya Indonesian Pie. Adegan 'sok' jorok Mario (iklan XL) yang berperan sebagai Abi di halte bus sudah bia ditebak selanjutnya, lengkap dengan sexual experience lainnya. Untuk jalan cerita gw gak akan cerita banyak. Seputar dunia mahasiswa dengan percintaan, naksir cewek dan kehidupan di kampusnya.Terus kalo Indonesian Pie pasti ada Stifler nya dong yang di American Pie diperankan Seann William Scot. Yah pasti ada lah, VJ Mike yang berperan sebagai Tommy.
Secara penilaian nih film masih dibawah standard, seperti rata2 film Indonesia. Sorry bukan sok jago nilai atau belagu kritisi. Dan gw juga gak anti film Indonesia. Minggu2 waktu gw nonton nih film, hampir semuanya film Indonesia (liat postingan gw Pekan Film Indonesia di Bandung).
Tapi emang muak banget gw waktu liat adegan penutup si Angga (Dimas Aditya) yang akhirnya berani nembak cewek yang jadi gebetannya di depan orang tuanya, si cewek bilang "peluk gw dong"...langsung nyumpah2 gw .....an$%&g, jadi terbawa nih film yang penuh omongan jorok.
Orang tua mana sih yang(didalam film) dengan mimik muka bangga dan terharu liat anak pelukan dan ciuman dengan cowok. Kalo gw mah gw hajar tuh orang.
Untuk Mario akting nya menurut gw udah kayak artis yang sering di depan kamera, wajar dan gak kaku. Mantap dan cukup memukau......
Udah ah, nilai plusnya yang bisa diambil dari nih film, yah kalo kita yakin dan penuh usaha pasti Tuhan akan ngasih jalan dan berhasil, dengan cewek maksudnya. Walaupun tampang dan dompet pas-pasan......kalo gw sih nggak hehehehe
Saturday, January 12, 2008
Sepakbola Sumsel adalah Sriwijaya FC - Taufik Wijaya - detikSport

Sabtu, 12/01/2008 14:23 WIB
Kolom
Sepakbola Sumsel adalah Sriwijaya FC
Taufik Wijaya - detikSport
Keterangan: Penulis adalah wartawan detikcom, tinggal di Palembang. Tulisan ini merupakan pendapat pribadi dan tidak mencerminkan sikap/opini tempat institusi penulis bekerja. (tw/a2s)
Subscribe to:
Comments (Atom)

