Dari awal saya sudah melihat kearoganan di tubuh team Lalu berikutnya pandangan datang dari pers setempat yang memandang para pemain kurang nasionalis dan lebih materialistis, entah apa penyebabnya komentar ini keluar, dari yang pernah saya baca di Tabloid Soccer, para pemain juga setengah hati dalam menjalankan tugas Negara dan menyambut Piala Asia ini, karena para pemain lebih di manjakan oleh kemewahan serta besarnya nilai fulus dari team.
Walau akhirnya pernyataan itu di tampik semua team dan pemain serta kedatangan MU di batalkan, dan Piala Asia tetap di gulirkan di Malaysia serta 3 negara lain di Asean yang menjadi tuan rumah bersama, Indonesia, Vietnam Thailand.
Dan akhirnya keangkuhan itu menuai hasil yang setimpal. Dimana ke 3 Team dari tuan rumah lain, mendapatkan hasil yang bagus serta luar biasa, Thailand mampu menahan team kuda hitam Irak 1-1 dan tiba-tiba dengan dahsyat nya Vietnam menghantam juara Piala Teluk dan sekaligus juga salah satu peserta Piala Dunia tahun 90 an Uni Emirate Arab dengan skor lumayan telak 2-0. Dan tentunya satu lagi wakil Asean yang dengan gagah beraninya meluluhlantakan salah satu raksasa kuat dari negeri timur tengah
Di samping Vietnam satu-satunya wakil Asean yang lolos ke babak berikutnya, yang cukup membanggakan juga adalah Team negeri kita tercinta ini Indonesia, walau tidak lolos ke babk berikutnya tapi hasil yang di torehkan cukup luar biasa. Team kuat Arab Saudi, yang sempat di tahan imbang 1-1 hingga menit ke 92, walau akhirnya harus kalah dengan menyesakkan dalam masa injury ini, di menit berikutnya lewat tendangan bebas kita harus menyerah. Tapi kita harus mengakui dan patut di acungi jempol dukungan pemain ke 12 di tubuh team merah putih ini (walaupun kali ini kita identik dengan seragam hijau) yaitu supporter yang begitu lantang dan tanpa henti juga tidak capek nya mendukung team kesayangannya sambil meneriakkan yel-yel serta terus bernyanyi. Walaupun di Arab Saudi ada juga pemain ke 12 yaitu Wasit yang memimpin pertandingan ini dari UEA (satu rumpun) yang sangat-sangat jelas berat sebelah dan terkesan menyesakkan dada serta mengesalkan. Sudahlah kita jangan mencari kambing hitam, kita harus menegakkan kepala serta memberi applause meriah kepada team kesayangan kita ini, karena tampak jelas inilah awal kebangkitan kalo mau dibilang. Soalnya di laga berikutnya pun Semifinalis Piala Dunia 2002 Korea Selatan cukup dibuat kerepotan, walaupun kita butuh hasil seri untuk melaju ke babak berikutnya, tapi kita kalah dengan skor 1-0. Di laga terakhir ini Indonesia mencatat hasil yang bagus di banding team ASEAN lain, Vietnam kalah 1-4, Thailand kalah 0-4 dari Australia dan tentunya Malaysia yang kalah 0-2 dari Iran. Dan buat
No comments:
Post a Comment