Sunday, November 09, 2008
Nih beritanya
Poster 'Pocong Vs Kuntilanak' Jiplak?
Han Kristi - detikMovie
Jakarta - Beredar kabar poster film 'Pocong Vs Kuntilanak', mirip dengan poster film asal negeri paman Sam 'Freddy Vs Jason'. Sebuah kebetulan sekali, kedua film itu sama-sama berada di genre film horor thriller.
Dilihat dari gambar, terlihat kemiripan 'Pocong Vs Kuntilanak' dan 'Freddy Vs Jason'. Di dua poster itu, tokoh mahluk jahat itu saling bertatapan dengan latar belakang gelap.
'Freddy Vs Jason' lebih dulu beredar di pasaran pada 5 Maret 2004. Film ini mempertemukan dua tokoh hantu yang legendaris Freddy Krueger dan Jason Voorhees dalam satu scene. Setelah lama menghuni liang lahat Freddy dan Jason bangkit kembali untuk meneror remaja-remaja di Elm Street.
Sedangkan 'Pocong Vs Kuntilanak' mulai rilis hari ini, Kamis (6/11/2008). Film yang dibintangi Ahmad Zaki, Alia Rosa dan Aldy Taher itu menampilkan perseteruan antara pocong dan kuntilanak yang konon sudah dimulai dari zaman penjajahan Belanda.
Aldi Taher sang bintang 'Pocong Vs Kuntilanak' mengaku tidak mengetahui kemiripan poster filmnya itu. "Soalnya yang buat kan PHnya. Konsepnya mungkin sama ya. Film ini sama-masa nampilin dua setan yang legend," ucap Aldi saat dihubungi detikhot lewat telepon genggamnya, Kamis (6/11/2008).
Namun lawan main Dewi Persik di film 'Tiren' itu mengaku takut, ketika melihat papan reklame film 'Pocong Vs Kuntilanak' di salah satu bilangan Jakarta. "Gue baru lihat balihonya, serem banget," ungkapnya.
Di luar mirip atau tidak, Aldi menekankan film itu merupakan film horor pertama yang menampilkan pertarungan sengit antar dua mahluk halus dan layak untuk ditonton. "Gokil deh pokoknya film ini," ujarnya. (hkm/bdi)
Poster Movie vs Cover Movie
Kalo yang gw baca di Cinemags ada lagi lho :
Ditto (Korea 2000) dan Hanya Untukmu (2008)
The Prestige (2006) dan Roh (2007)
Hirloom (Taiwan 2005) dan Tali Pocong Perawan (2008)
yang paling mirip banget......:
City of Angel (1998) dan Cinta Tia Maria
Saturday, November 08, 2008
Pekan Film Indonesia di Bandung
Dari beberapa film yang gw tonton, gw angkat topi buat Cinta Setaman. Lebih dari Laskar Pelangi menurut gw nih film, soalnya LP udah baca bukunya dan begitu mempesona jalan cerita di bukunya. Tapi Laskar Pelangi lebih dahsyat untuk sebuah karya adaptasi dari Novel dibanding Ayat-Ayat Cinta yang dibayarin nonton lagi juga males. Sorry yah Oom Hanung, gw salah satu pengagum karya2 mu. Doa yang Mengancam juga aku tonton kok, tapi masih belum bisa memukau ku lagi yah, dan lagi2 nih film adaptasi karya tulis tapi kali ini Cerpen. Akhir cerita nya seperti menggampangkan masalah, belum lagi seperti yang dikritik oleh harian Kompas, kok gak dibunuh saja Aming nya kalo tahu dia bakal bisa bikin kacau dunia kejahatan. Toh si penjahat diperankan Deddy Sutomo, sudah biasa ngabisin nyawa orang. Ini malah dipiara dan digaji lagi.
Untuk Cinta Setaman kok bisa dan berani yah orang Indonesia buat film seperti itu, walaupun ide nya tidak orisinil, karena Hollywod sudah duluan buat yang mirip potongan puzzle ini dan lebih menarik juga unik. Tapi untuk seorang Harry Dagoe (emang dagu nya agak lain yah hehehehe) semua artis top papan atas dan berkelas mau main di filmnya. Akting sendiri gw juga salut untuk Harry Dagoe justru. Kok bisa mirip gitu yah......asli melayu yah mas Harry. Lebih memukau dari akting melayu nya Cut Mini yang menurut gw terlalu dibuat buat......padahal gak mirip banget. Lebih mantap Ria Irawan. Tapi beneran loh saya pulang sedikit kecewa sama film ini...kecewa kok cepet bener habisnya. Ternyata memang bener film bagus tuh nyaman di tonton....semoga Citra mampir buat Filmnya Harry Dagoe ini.....
MUPENG - Maunya Indonesian Pie
5 Menit Awal sudah ketahuan nih film, maunya Indonesian Pie. Adegan 'sok' jorok Mario (iklan XL) yang berperan sebagai Abi di halte bus sudah bia ditebak selanjutnya, lengkap dengan sexual experience lainnya. Untuk jalan cerita gw gak akan cerita banyak. Seputar dunia mahasiswa dengan percintaan, naksir cewek dan kehidupan di kampusnya.Terus kalo Indonesian Pie pasti ada Stifler nya dong yang di American Pie diperankan Seann William Scot. Yah pasti ada lah, VJ Mike yang berperan sebagai Tommy.
Secara penilaian nih film masih dibawah standard, seperti rata2 film Indonesia. Sorry bukan sok jago nilai atau belagu kritisi. Dan gw juga gak anti film Indonesia. Minggu2 waktu gw nonton nih film, hampir semuanya film Indonesia (liat postingan gw Pekan Film Indonesia di Bandung).
Tapi emang muak banget gw waktu liat adegan penutup si Angga (Dimas Aditya) yang akhirnya berani nembak cewek yang jadi gebetannya di depan orang tuanya, si cewek bilang "peluk gw dong"...langsung nyumpah2 gw .....an$%&g, jadi terbawa nih film yang penuh omongan jorok.
Orang tua mana sih yang(didalam film) dengan mimik muka bangga dan terharu liat anak pelukan dan ciuman dengan cowok. Kalo gw mah gw hajar tuh orang.
Untuk Mario akting nya menurut gw udah kayak artis yang sering di depan kamera, wajar dan gak kaku. Mantap dan cukup memukau......
Udah ah, nilai plusnya yang bisa diambil dari nih film, yah kalo kita yakin dan penuh usaha pasti Tuhan akan ngasih jalan dan berhasil, dengan cewek maksudnya. Walaupun tampang dan dompet pas-pasan......kalo gw sih nggak hehehehe
Saturday, January 12, 2008
Sepakbola Sumsel adalah Sriwijaya FC - Taufik Wijaya - detikSport

Sabtu, 12/01/2008 14:23 WIB
Kolom
Sepakbola Sumsel adalah Sriwijaya FC
Taufik Wijaya - detikSport
Keterangan: Penulis adalah wartawan detikcom, tinggal di Palembang. Tulisan ini merupakan pendapat pribadi dan tidak mencerminkan sikap/opini tempat institusi penulis bekerja. (tw/a2s)
Thursday, August 23, 2007
Rush Hour 3
Aksi Ditektif Carter (Chris Tucker) dan Inspektur Lee (Jackie Chan) berlanjut. Kali ini petualangan mereka di negeri Eropa, Perancis (setelah Rush Hour 1 di Amerika, Rush Hour 2 di Hongkong/China). Film di mulai dengan adegan Ditektif Carter yang menjadi Polantas dengan gaya "slenge" an nya mengatur lalu lintas. Sudah bisa ditebak lalu lintas kacau balau. Sambil beralih ke scene lain dimana Inspektur Lee, yang memang bergaya serius, mengawal Duta Besar China yang digambarkan orang nya vokal dan akan membongkar sindikat Triad di suatu konferensi. Dalam kesempatan pidatonya, sebuah peluru menembus kaca ruang konferensi dan menghantam sang Ambasador. Lalu inspektur Lee mengejar sang penembak, dan Ditektif Carter ikut membantu pengejaran. Pengejaran berlanjut ke Paris dimana didapati bahwa sindikat Triad ini bermarkas di negeri parfum ini.Wednesday, August 22, 2007
The Bourne Ultimatum : Jason "gak mati-mati" Bourne

Friday, July 27, 2007
War Of The Worlds (2005)

Judulnya agak unik, ada tahun nya. Aku langsung nebak maksudnya, bukan versi yang jadul. Karena memang film ini remake dan diangkat dari novel klasik HG Wells. Film ini aku nggak sempet nonton di bioskop, sempet mau beli VCD/DVD nya juga, cuma gak jadi. Yah akhirnya nongol di HBO kemarin, alhamdulillah sempet juga nonton nya. Sayang lah melewatkan salah satu film kolosal dan bersejarah.
Ceritanya sederhana, seperti biasa ada makhluk asing yang datang ke Bumi dan siap melakukan penjajahan serta serangan. Dibuka tanpa basa-basi pengenalan tokohnya sebentar yang dimainkan Tom Cruise dengan salah satu anaknya Dakota Fanning, berperan sebagai duda cerai yang mendapatkan jatah pengasuhan anak bergilir. Langsung deh adegan kedatangan makhluk asing tersebut dari ruang angkasa, lewat petir yang menyambar berkali-kali. Selanjutnya bagaimana usaha Tom Cruise sebagai ayah untuk menyelamatkan keluarga nya ini. Jadi kurang lebih maunya, bagaimana seorang ayah yang terbuang (baca: pecundang) menjadi pahlawan di mata anaknya, begitulah. Walau filmnya tidak membosankan, soalnya di sutradarai Steven Spielberg, tapi memang di sini kesannya Spielberg terjebak oleh alur cerita yang sudah pakem sesuai dengan novel. Jadi nggak bisa ngapa-ngapain lagi. Ending nya gak enak banget, pokoknya Alien nya mati, (entah karena aku sudah nggak terlalu konsen atau memang begitu adanya) secara narasi saja disampaikan, ada suatu organisme kecil yang membuat tameng dari Alien-Alien itu hilang, jadi bisa diserang rudal dan misil, mampus deh robot-robot Alien nya...hueeek.
Tidak sesuai gembar-gembor dan nama besar Tom Cruise, Steven Spielberg dan Dakota Fanning. Jadi wajar kalau film ini tidak terlalu sukses. Sebagai barometernya saja istriku yang nonton, sempat semangat di awal langsung masuk kamar tidur he he he nggak kepingin ngabisin jalan ceritanya. Sayang sudah budget mahal, dan maunya memanfaatkan nama besar dari remake film dan novelnya hasilnya begini, yah menang special affect nya doang, maklum Steven Spielberg.
Thursday, July 26, 2007
Final Juga Akhirnya

Akhirnya dua team dari negeri Jazirah, bertemu di final. Arab dan Iraq. Dengan jumpalitan kiper Iraq menghadang bola saat beradu penalty. Setelah 2x90 menit plus perpanjangan waktu 2x15 menit kedudukan awal tetap 0-0, dalam partai yang lumayan asyik. Yah itung2 juga kasian lah negeri teraniaya ini, dapat hadiah yang cukup menghibur final Piala Asia.
Di laga semifinal kedua pertarungan lebih seru lagi. Setelah saling susul menyusul dalam membobol gawang. Akhirnya di kedudukan 3-2 untuk Arab Saudi, Jepang tidak sanggup lagi menambah golnya. Walaup menjelang menit akhir tendangan jarak jauh pemain Jepang, sempat membentur tiang gawang. Tapi pertandingan tetap di menangkan Arab Saudi dengan skor 3-2. Dan tentunya ini cukup menghibur orang Palembang, khususnya keluarga ku, bisa dapat tontonan laga Final perebutan juara 3 dengan partai yang lumayan seru Korsel-Jepang. Sesuai harapan abangku tentunya.....
Wednesday, July 25, 2007
Harry Potter and the Deathly Hallows

| Pengarang | J. K. Rowling |
|---|---|
| Judul asli | Harry Potter and the Deathly Hallows (Belum ada versi bahasa Indonesia) |
| Ilustrasi | • Mary GrandPré (AS) • Jason Cockcroft (UK) William Webb dan Michael Wildsmith (UK adult) • Versi Indonesia biasanya mengikuti versi AS |
| Negara | Inggris Raya |
| Bahasa | Inggris |
| Seri | Harry Potter |
| Tipe | Fiksi, Fantasi |
| Penerbit | • Bloomsbury Publishing PLC (Inggris), • Scholastic Press (AS) |
| Tanggal terbit | Tanggal untuk versi Indonesia belum diketahui |
| Terbitan bahasa Inggris | 21 Juli 2007 |
| Alur waktu | 1997–1998 dan 2017 pada epilog |
| Jumlah halaman | 608 (UK), 759 (US) |
| Didahului oleh | Harry Potter dan Pangeran Berdarah-Campuran |
| Dilanjutkan oleh | tidak ada |
Harry Potter and the Deathly Hallows adalah buku ketujuh dan terakhir dari seri novel Harry Potter oleh J. K. Rowling.
Deathly Hallows diluncurkan secara serentak di seluruh dunia di 93 negara, pada tanggal 21 Juli 2007, satu menit setelah tengah malam (00:01), British Summer Time.
Judul buku ini diumumkan pada 21 Desember 2006 melalui situs web Rowling, dan dikonfirmasikan tak lama kemudian oleh penerbitnya. Rowling menyatakan bahwa seri terakhir ini berkaitan erat dengan buku sebelumnya, Harry Potter dan Pangeran Berdarah-Campuran, yang menurutnya "hampir seperti dua bagian dari satu novel". Rowling meninggalkan sebuah pernyataan yang ditandatangani, tertulis di sebuah patung dada pualam di Hotel Balmoral, Edinburgh, yang menyatakan;
- "JK Rowling telah selesai menulis Harry Potter and the Deathly Hallows di ruangan ini (652) pada 11 Januari 2007."
Dalam situsnya pada 6 Februari 2007, Rowling menyatakan
- "Walaupun saya menyukai setiap buku Potter sebelumnya, 'Deathly Hallows' adalah favorit saya, dan ini adalah sebuah cara yang sangat menyenangkan untuk menyelesaikan serial ini."
Buku ini mendapat predikat best-seller di Amazon dan Barnes and Noble hanya beberapa jam setelah tanggal peluncurannya diumumkan.
Ringkasan ceritaBuku ketujuh diawali dengan Voldemort dan para Pelahap Mautnya di rumah Lucius Malfoy, yang merencanakan untuk membunuh Harry Potter sebelum ia dapat bersembunyi kembali. Meminjam tongkat sihir Lucius, Voldemort membunuh tawanannya, Profesor Charity Burbage, guru Telaah Muggle di Hogwarts, atas alasan telah mengajarkan subyek tersebut dan telah menganjurkan agar paradigma kemurnian darah penyihir diakhiri.
Harry telah siap untuk melakukan perjalanannya dan membaca obituari Albus Dumbledore; dan terungkaplah bahwa ayah Dumbledore, Percival, adalah seorang pembenci non-penyihir dan telah membunuh banyak Muggle, dan meninggal di Penjara Azkaban atas kejahatannya. Harry kemudian meyakinkan keluarga Dursley bahwa mereka harus segera meninggalkan rumah mereka untuk menghindarkan diri dari para Pelahap Maut. Keluarga Dursley kemudian pergi menyembunyikan diri dengan dikawal sepasang penyihir setelah sebelumnya Dudley melontarkan pengakuan bahwa ia peduli akan Harry.
Bersama-sama dengan anggota Orde Phoenix, Harry kemudian pergi dari rumah Dursley ke The Burrow. Dalam perjalanan itu, Hedwig, burung hantu Harry, terbunuh oleh kutukan pembunuh; George Weasley kehilangan sebelah telinganya; Mad-Eye Moody dibunuh oleh Voldemort sendiri. Belakangan, Harry mendapatkan penglihatan mengenai pelariannya; tongkat sihirnya telah bereaksi dengan tongkat sihir pinjaman Voldemort, menghancurkannya, dan ia juga kemudian mendapatkan penglihatan ketika Voldemort menanyai Ollivander si pembuat tongkat sihir, mengenai mengapa hal itu dapat terjadi.
Beberapa hari kemudian, Menteri Sihir tiba di kediaman Weasley dan memberikan warisan Dumbledore untuk mereka: Delumintaor untuk Ron (alat seperti korek api yang dapat memadamkan cahaya); buku mengenai kisah anak-anak untuk Hermione; dan untuk Harry, pedang Godric Gryffindor dan snitch pertama yang ditangkap Harry. Namun demikian, pedang tersebut ditahan, karena menurut kementerian pedang tersebut bukanlah milik Dumbledore. Ketiganya berusaha mencari tahu apa dibalik ketiga benda yang diberikan kepada mereka itu. Sehari kemudian adalah hari pernikahan Fleur Delacour dan Bill Weasley.
Setelah diberitakan bahwa Voldemort telah berhasil mengambil alih Kementerian Sihir; Harry, Ron, dan Hermione kemudian bersembunyi di Grimmauld Place nomor 12, rumah yang diwariskan Sirius Black kepada Harry. Ketiganya kemudian menyadari bahwa inisial R.A.B. pada liontin yang didapatkan Dumbledore dan Harry dalam buku keenam adalah Regulus Arcturus Black, adik Sirius. Mereka mulai mencari Horcrux yang dicuri Regulus di rumah keluarga Black itu. Dari Kreacher, mereka mengetahui bahwa ia telah membantu Regulus untuk mendampingi Voldemort menempatkan Horcrux berbentuk liontin itu di gua. Ketika Regulus merasa kecewa dengan Dumbledore, ia memerintahkan Kreacher untuk kembali ke gua dan menukar liontin dengan yang palsu. Regulus terbunuh dalam proses itu. Pada akhirnya, mereka bertiga menyadari bahwa Mundungus Fletcher telah mencuri liontin tersebut dan memberikannya kepada Dolores Umbridge.
Setelah selama satu bulan memata-matai Kementerian Sihir, ketiganya berhasil mengambil Horcrux dari Umbridge. Dalam prosesnya, tempat persembunyian mereka diketahui dan terpaksa melarikan diri ke daerah terpencil, berpindah dari satu tempat ke tempat lain, dan tidak dapat lama tinggal di suatu tempat.
Dalam waktu beberapa bulan berpindah-pindah, mereka mendengar bahwa pedang Godric Gryffindor sebenarnya adalah palsu, dan ada yang melakukan sesuatu terhadap pedang aslinya. Dari Phineas Black, Harry mendapatkan bahwa pedang itu terakhir kali digunakan Dumbledore untuk menghancurkan salah satu Horcrux, Cincin Gaunt. Ron kemudian berselisih paham dengan Harry, dan pergi meninggalkan Harry dan Hermione. Harry dan Hermione kemudian pergi ke Godric's Hollow untuk mencari tahu apakah Dumbledore telah meninggalkan pedang itu di sana.
Di Godric's Hollow, keduanya mengunjungi tempat pemakaman keluarga di mana keluarga Potter dan Dumbledore dikuburkan. Di Godric's Holow, mereka juga menemui Bathilda Bagshot, seorang kawan lama Dumbledore yang mengarang buku Sejarah Sihir. Di rumah Bagshot mereka menemukan gambar penyihir hitam Grindelwald, sanak Bagshot, yang pada masa lalu adalah kawan masa kecil Albus Dumbledore. Namun demikian, ternyata mereka terperangkap, karena "Bagshot" itu merupakan penjelmaan ular Voldemort, Nagini. Mereka berhasil melarikan diri dari Voldemort, tetapi tongkat sihir Harry hancur dalam kejadian itu.
Dalam pelarian mereka, Harry akhirnya menemukan bahwa pedang Godric Gryffindor tersembunyi di sebuah kolam beku di tengah sebuah hutan. Ia menyelam ke dalamnya dan mendapati pedang dan kalung liontin Horcrux Voldemort. Kalung itu mencoba mencekik Harry dan hampir menenggelamkannya hingga mati kalau tidak ditolong oleh Ron yang kembali. Keduanya menghancurkan Horcrux dengan pedang itu.
Ketiganya kemudian berbicara kepada Xenophilius Lovegood, ayah Luna Lovegood, dan menanyakan kepada mereka mengenai lambang Grindelwald yang telah berkali-kali muncul selama perjalanan mereka. Di rumah Lovegood, Harry, Ron, dan Hermione mendapatkan kisah penyihir kuno mengenai tiga bersaudara yang mengalahkan kematian, dan masing-masing mendapatkan benda sihir sebagai hasilnya - tongkat sihir yang tak terkalahkan (Elder Wand—tongkat sihir tetua), batu sihir yang dapat menghidupkan kembali yang telah mati (Resurrection Stone—batu kebangkitan), dan Jubah Gaib (jubah tembus pandang) yang tidak lekang oleh waktu. Harry menyadari bahwa jubah yang dimilikinya adalah adalah Jubah Gaib, dan segera menemukan bahwa Lovegood telah berkhianat dan menyerahkan mereka ke Kementerian. Luna, putrinya, telah ditawan dan Xenophilius berpikir untuk menyerahkan Harry Potter sebagai ganti tawanan. Ketiganya meloloskan diri dan berpikir untuk mengumpulkan ketiga benda sihir Deathly Hallows, untuk mengalahkan Voldemort.
Harry, Ron, dan Hermione kemudian tertangkap dan dibawa ke rumah Malfoy. Di sana, Hermione disiksa dan diinterogasi oleh Bellatrix Lestrange untuk mengetahui bagaimana mereka memperoleh pedang Godric Gryffindor, karena ia berpikir bahwa mereka telah mencurinya dari lemari besinya di Gringotts. Di bawah tanah, Harry dan Ron dipenjarakan bersama-sama dengan Dean Thomas, goblin Griphook, pembuat tongkat sihir Ollivander, dan Luna Lovegood. Harry berusaha mencari pertolongan dan Dobby muncul untuk menyelamatkannya. Dalam usaha meloloskan diri, mereka dihadang Wormtail yang kemudian terbunuh karena tercekik oleh tangan perak Wormtail yang dibuat Voldemort tanpa berhasil ditolong oleh Ron dan Harry. Mereka berdua kemudian menolong Hermione dengan bantuan Dobby, yang tewas dibunuh oleh Bellatrix.
Harry dan kedua sahabatnya kemudian berusaha mencari rencana baru. Ia menanyai Ollivander mengenai Elder Wand dan mendapati bahwa pemilik terakhirnya adalah Dumbledore. Ia berusaha untuk mencegah Voldemort mengambilnya dari makam Dumbledore. Dibantu Griphook, Hermione menyamar sebagai Bellatrix Lestrange dan bersama-sama Harry dan Ron memasuki lemari besi Bellatrix di Bank Gingrott's. Di sana mereka menemukan satu lagi Horcrux, piala Hufflepuff. Griphook kemudian mengkhianati mereka dan melarikan diri dan mencuri pedang Godric Gryffindor. Harry, Ron, dan Hermione berhasil melarikan diri, tetapi Voldemort menyadari bahwa mereka mencari Horcrux-Horcruxnya.
Harry mendapatkan penglihatan segera setelah pelarian mereka; ia dapat melihat melalui mata Voldemort dan mengetahui pikirannya. Voldemort telah mendatangi tempat-tempat Horcurxnya disembunyikan dan mengetahui bahwa mereka telah lenyap dan hancur. Secara ceroboh, Voldemort mengungkapkan bahwa Horcrux terakhir berada di Hogwarts. Ketiganya segera pergi ke Hogsmeade untuk mencari jalan masuk ke sekolah Hogwarts. Di Hogsmeade, mereka disudutkan oleh para Pelahap Maut dan diselamatkan oleh Aberforth Dumbledore. Aberforth membuka jalan terowongan ke Hogwarts di mana mereka disambut oleh Neville Longbottom. Setelah menyelamatkan jiwa Draco Malfoy, Harry menemukan Mahkota Ravenclaw tersembunyi di Kamar Kebutuhan dan benda itu dihancurkan.
Di Shrieking Shack, mereka mendapati Voldemort membunuh Severus Snape dengan tujuan untuk mentransfer kekuatan Elder Wand kepada dirinya sendiri. Dalam sekaratnya, Snape memberikan memorinya kepada Harry. Dari memori itu terungkap bahwa Snape berada di sisi Dumbledore, didorong dengan cinta seumur hidupnya kepada Lily Potter. Snape telah diminta Dumbledore untuk membunuh dirinya jika situasinya mengharuskan demikian; karena bagaimanapun juga hidupnya tidak akan lama lagi akibat kutukan yang terdapat di Horcrux Cincin Gaunt. Selanjutnya, terungkap pula bahwa Harry adalah Horcrux terakhir Voldemort, dan ia harus mati juga sebelum Voldemort dapat dibunuh. Pasrah akan nasibnya, Harry mengorbankan diri dan Voldemort melancarkan kutukan untuk membunuhnya. Tapi alih-alih membunuh Harry, kutukan itu malah menghancurkan bagian dari jiwa Voldemort yang terdapat di tubuhnya. Pada akhirnya, setelah Nagini dibunuh oleh Neville, Voldemort kemudian terbunuh setelah mencoba menggunakan Kutukan pembunuh Avada Kadavra terhadap Harry. Kutukan itu berbalik menyerang Voldemort sendiri oleh Elder Wand.
Dalam kisah di akhir buku, pada tahun 2017, 19 tahun setelah Pertempuran di Hogwarts, Harry dan Ginny Weasley telah memiliki tiga anak bernama James, Albus Severus, dan Lily. Neville Longbottom telah menjadi guru Herbologi di Hogwarts. Ron dan Hermione telah memiliki dua anak bernama Rose dan Hugo. Draco Malfoy memiliki anak bernama Scorpius. Mereka seluruhnya bertemu di stasius kereta api King's Cross, untuk mengantar anak-anak mereka bersekolah ke Hogwarts. Di sana diungkapkan bahwa bekas luka Harry tidak pernah sakit lagi setelah kekalahan Pangeran Kegelapan.
Ringkasan cerita di sampul bukuEdisi Britania Raya
Di bagian dalam sampul:
| Harry dibebani dengan tugas yang gelap, berbahaya, dan tampak mustahil: mencari dan menghancurkan Horcrux-Horcrux Voldemort yang tersisa. Tidak pernah Harry merasa sangat kesepian, atau menghadapi masa depan yang sangat suram. Namun Harry harus menemukan kekuatan di dalam dirinya sendiri untuk menyelesaikan tugas yang diberikan kepadanya. Ia harus meninggalkan kehangatan, keamanan, dan persahabatan di The Burrow dan pergi tanpa takut atau keraguan menjalani garis yang tidak ditawar lagi. Dalam seri ketujuh, terakhir, dari serial Harry Potter, J.K. Rowling dengan cara yang spektakuler membuka selubung atas jawaban dari berbagai pertanyaan yang telah sangat ditunggu-tunggu. Kisah yang memikat, dianyam dengan lompatan, tikungan, dan putaran yang mendebarkan hati, menegaskan bahwa penulis adalah seorang ratu cerita, yang bukunya akan dibaca, dibaca lagi, dan terus-menerus dibaca. |
Di sampul belakang:
| Harry menunggu di Privet Drive. Orde Phoenix datang untuk mengawalnya pergi tanpa tercium oleh Voldemort dan para pendukungnya - jika mereka bisa. Tapi apa yang akan dilakukan Harry selanjutnya? Bagaimana ia bisa memenuhi tugas penting dan tampak mustahil yang ditinggalkan Profesor Dumbledore baginya? |
Edisi Amerika Serikat
David Saylor, direktur seni di Scholastic, menggambarkan sampul edisi Amerika Serikat sebagai:
|
| Bangunan di sekeliling Harry menggambarkan dengan jelas kehancuran dan berbayang-bayang di belakangnya, kita dapat melihat ada orang-orang lainnya. Di sampul belakang, tangan seperti jaring laba-laba terulur ke arah Harry. Jika kita membuka buku ini kita akan menemukan sebuah gambar yang mantap dari Dia-Yang-Tak-Boleh-Disebutkan-Namanya, dengan matanya yang merah memancar, memandang dari balik jubahnya. |
Mary GrandPré, perancang sampul dan ilustrator buku versi AS ini, tidak lagi menggunakan warna monokrom, sebagaimana dalam Orde Phoenix (warna biru) dan Pangeran Berdarah-Campuran (hijau). Ia kembali menggunakan warna-warni seperti pada keempat buku pertama.
Penasaran Harry Potter

Aku bukan penggemar Harry Potter, satu bukunya pun aku gak punya. Tapi semua filmnya aku nonton, yah minimal ngikutin lah. Cuma untuk bukunya, yang ke tujuh ini alias yang terakhir dari seri Harry Potter, katanya bikin semua umat pencinta Harry Potter di seluruh dunia penasaran. Masalahnya banyak yang meng isukan tokoh penyihir berkacamata ini bakal di buat meninggal di akhir ceritanya, dan info terbaru juga salah satu teman Harry Potter ada yang tewas juga. Tentu saja isu ini membuat penasaran, ketakutan dan kecewa semua penggemar nya. Sampai-sampai dibuat website yang mengumpulkan suara penggemar Harry Potter ke JK. Rowling untuk tidak mematikan sang karakter. Sementara semua orang berlomba-lomba untuk membuka tabir rahasia dari seri terakhir ini yang terus di pendam oleh penulis.
Bahkan seorang hacker pun meng claim telah meng hack percetekan buku ini, dan membeberkan rahasia nya. Sampai yang paling terkahir banyak beredar bocoran edisi digital yang mem foto langsung buku tersebut, walaupun tulisan nya tidak begitu jelas.
Tapi lepas dari itu semua buku tsb telah terbit tanggal 21 juli 2007 lalu. Dan bisa terbukalah tabir rahasia nya. Bagaimana jalan ceritanya dan bagaimana pertarungan abadi Harry Potter dengan Lord Voldemort. Silahkan lihat ulasan nya berikut yang salah satunya saya kutip dari wikipedia...
Tuesday, July 24, 2007
Transformer: Alien yang bukan makhluk hidup

Iya judulnya begitu karena memang si Robot-robot Transformer ini adalah Alien. Nonton nya di bioskop Genting
Cerita di mulai dengan kejadian mengerikan di Timur tengah ketika pasukan Amerika di serang sejenis robot yang canggih dan bisa berubah lalu menyerbu serta membunuh semuanya. Kemudian beralih ke seorang pemuda, diperankan Shia LaBeouf yang presentasi di depan kelas tapi ternyata ujung2 nya jualan, yang dijual harta peninggalan kakek buyutnya yang dulunya pelaut. Dia butuh uang untuk nambahin beli mobil. Nah mobilnya ini yang nantinya adalah Bumblebee salah satu robot pihak Autobots dari sisi baik. Ternyata Bumblebee itu datang ke Bumi duluan untuk menghalangi niat buruk dari robot pihak jahat Decepticons, yang lebih dulu datang ke bumi untuk mencari Allspark yang berbentuk kubus (cube). Allspark ini semacam nyawa atau kekuatan dari para robot, karena sempat dicobakan di dekatkan dengan aneka macam mesin maka bisa berubah menjadi robot, didekatkan ke Handphone Nokia bisa berubah jadi robot lengkap dengan senjata pemusnah nya. Dan ternyata lokasi tempat Allspark nya di simpan oleh Megatron si pemimpin Decepticons waktu ke Bumi sebelum dia terjebak menjadi beku, ke dalam kacamata kakek Buyutnya Sam Witwicky (tokoh yang di perankan Shia) yang mau dijual lelang itu lho, malah sudah di tawarkan ke eBay.
WUiiih keren sekaleee nih film apalagi adegan paling di tunggu saat berubahnya mesin-mesin tersebut menjadi Robot, dari mulai Optimus Prime, Bumblebee, Starscream, Jazz dll. Adegan perang antara Autobots dan Decepticons juga kejar-kejaran Sam dengan cewek gebetan nya Mikaela di perankan si sexy Megan Fox (yang jadi ikut terlibat).
Film yang di angkat dari karakter kartun dan komik ini sangat bagus gembar-gembor nya sebelum launching. Dengan sutradara
Walau aku nggak terlalu ngikutin cerita Transformer ini (dulu sempet punya album Panini nya aja, yang di tempelin sticker itu lho) tapi secara keseluruhan memang dari sisi cerita, walalu agak njelimet maklum kalo yang franchise kayak gini biasanya kita dianggap lumayan ngerti latar belakangnya. Tapi gw cukup puas, terutama si Sulung gw betul-betul terobsesi. Belum lagi Special Effect, muannntaapppsss…. Klop deh dengan hasil nya nih film laku dan sukses abis, baru 3 minggu sudah masuk pendapatan $262,978,000. Tapi di luar itu semua pesan moral film ini adalah….awas kulkas atau tv elu bisa jadi robot pembunuh huehehehe….
Keangkuhan Team Negeri Jiran
Dari awal saya sudah melihat kearoganan di tubuh team Lalu berikutnya pandangan datang dari pers setempat yang memandang para pemain kurang nasionalis dan lebih materialistis, entah apa penyebabnya komentar ini keluar, dari yang pernah saya baca di Tabloid Soccer, para pemain juga setengah hati dalam menjalankan tugas Negara dan menyambut Piala Asia ini, karena para pemain lebih di manjakan oleh kemewahan serta besarnya nilai fulus dari team.
Walau akhirnya pernyataan itu di tampik semua team dan pemain serta kedatangan MU di batalkan, dan Piala Asia tetap di gulirkan di Malaysia serta 3 negara lain di Asean yang menjadi tuan rumah bersama, Indonesia, Vietnam Thailand.
Dan akhirnya keangkuhan itu menuai hasil yang setimpal. Dimana ke 3 Team dari tuan rumah lain, mendapatkan hasil yang bagus serta luar biasa, Thailand mampu menahan team kuda hitam Irak 1-1 dan tiba-tiba dengan dahsyat nya Vietnam menghantam juara Piala Teluk dan sekaligus juga salah satu peserta Piala Dunia tahun 90 an Uni Emirate Arab dengan skor lumayan telak 2-0. Dan tentunya satu lagi wakil Asean yang dengan gagah beraninya meluluhlantakan salah satu raksasa kuat dari negeri timur tengah
Di samping Vietnam satu-satunya wakil Asean yang lolos ke babak berikutnya, yang cukup membanggakan juga adalah Team negeri kita tercinta ini Indonesia, walau tidak lolos ke babk berikutnya tapi hasil yang di torehkan cukup luar biasa. Team kuat Arab Saudi, yang sempat di tahan imbang 1-1 hingga menit ke 92, walau akhirnya harus kalah dengan menyesakkan dalam masa injury ini, di menit berikutnya lewat tendangan bebas kita harus menyerah. Tapi kita harus mengakui dan patut di acungi jempol dukungan pemain ke 12 di tubuh team merah putih ini (walaupun kali ini kita identik dengan seragam hijau) yaitu supporter yang begitu lantang dan tanpa henti juga tidak capek nya mendukung team kesayangannya sambil meneriakkan yel-yel serta terus bernyanyi. Walaupun di Arab Saudi ada juga pemain ke 12 yaitu Wasit yang memimpin pertandingan ini dari UEA (satu rumpun) yang sangat-sangat jelas berat sebelah dan terkesan menyesakkan dada serta mengesalkan. Sudahlah kita jangan mencari kambing hitam, kita harus menegakkan kepala serta memberi applause meriah kepada team kesayangan kita ini, karena tampak jelas inilah awal kebangkitan kalo mau dibilang. Soalnya di laga berikutnya pun Semifinalis Piala Dunia 2002 Korea Selatan cukup dibuat kerepotan, walaupun kita butuh hasil seri untuk melaju ke babak berikutnya, tapi kita kalah dengan skor 1-0. Di laga terakhir ini Indonesia mencatat hasil yang bagus di banding team ASEAN lain, Vietnam kalah 1-4, Thailand kalah 0-4 dari Australia dan tentunya Malaysia yang kalah 0-2 dari Iran. Dan buat
Friday, June 08, 2007
Feisty Fawn - Ubuntu 7.04
Dan terakhir kemarin di InfoLinux terakhir aku dapet hampir semua versi topnya Feisty Fawn mulai dari Ubuntu, Kubuntu dan edubuntu.
Diklaim sebagai Ubuntu tercepat untuk proses instalasi. Dan waktu booting di CD awalnya, kaget juga langsung live cd ternyata, wah berarti nggak repot2 lagi buat 2 versi, karena proses installnya tinggal satu klik di live cd ini. Jadi deh….
Tapi yang bikin sebelnya itu dia, Ubuntu selalu menganggap semua orang bisa akses internet dengan gampang, soalnya instalasi yang disediakan cuma standar. Jadi tambahan software dan aplikasi lainnya mesti ngambil repository nya dari internet. Pantes aja cukup install dari 1 CD, itu makanya aku masih demen sama RH dan turunannya, nginstall dari DVD installer yang di sediakan. Tapi sekarang sudah banyak dijual di internet DVD Repository nya, sampe 4 DVD boo…entar lah beli.
Instalasi standar untuk yang Desktop version, setelah masuk ke Live CD klik tombol install, kemudian masuk ke mode partisi. Hehehe yang versi desktop ini menu partisi nya agak lebih pintar. Sudah menyerupai install ala anaconda base. Seperti biasa yang ku pake manual atau custom partition, soalnya ada OS lain di dalam.
Setelah itu install jalan, gak ada pilihan paket yang boleh di pilih atau diambil, pokoknya install aja yang standar dulu kali maksudnya. Mo nambah aplikasi lain nyusul belakangan lewat internet via repository, apt. Proses instalasi yang lainnya seperti proses install biasa distro lainnya ada timezone, language dan username/password setting.
Dan memang bener kenceng proses instalasinya, walau awalnya sempet keki juga lantaran aku ngerasanya nggak seperti gembar-gembornya. Soalnya loading CD ke mesin nya lamaaaaaa banget. Dan ternyata bener susuai dugaan, ada problem sama optimizing BIOS. Linux nya saat loading kebingungan sama Floppy Disk, PC ku nggak aku install floppy soalnya, jadi mesti dimatiin alias disable dari BIOS, floppy setting nya.
Dan hasilnya standard Ubuntu sudah terpasang di kompie ku.
FYI untuk yang versi Server, instalasi nya nggak jauh beda dengan versi sebelumnya yang gak GUI banget. Dan lagi-lagi Kubuntu nya tetep asyik menurutku dengan KDE 3.5.6 nya. Dan juga‘keren’nya edubuntu yang versi server, sudah including LTSP dan gampang banget setting nya.

Saturday, August 05, 2006
3 Movies in 1 review
Yang pertama gw tonton Superman Return.
Gila nih film waktu Gala Opening nya di sini. Tiket nya sold-out untuk 2 pertunjukan ke depan.
Wow film dibuka dengan Lex Luthor dengan perjuangan nya memperoleh kekayaan sampai dengan kepergiannya ke Istana Superman di Kutub. Terus Superman balik ke Bumi dari planet Krypton. Kerja lagi di Daily Planet setelah menghilang 5 tahun. Dan dunia sudah terbiasa hidup tanpa Supeman. Lalu seperti biasa aksi penyelamatan nya yang spektakuler dan yang paling di buat lain dari yang lain ternyata Kal El alias Clark Kent alias Superman, punya anak dari Lois Lane, walaupun awalnya kita dibuat nggak nyangka.
Surprise gw bener-bener gak nyangka cerita nih film bakal kayak gini. Soalnya pakem ceritanya bener2 di buat beda sendiri. Tidak berdasarkan komik atau cerita Superman yang biasa nya. Kalo kata Bryan Sanger si Sutradara dan ikut menulis cerita, nih film sebenarnya nyambung dari Superman II. Emang iya waktu itu gw inget Superman II si Clark Kent (bukan Superman) kawin sama Lois, dan doi mesti jadi manusia biasa kalo mo kawin, terus dia karena dibutuhkan menyelamatkan bumi, yah jadi Superman lagi.
Dari sisi penceritaan Drama abis, kalo gw bilang dengan durasi 3 jam penonton lumayan di buat bingung terutama fans berat Superhero yang menurut gw paling nggak masuk akal yang pernah ada ini (gimana gak masuk akal, masak orang nggak curiga muka Clark mirip dengan Superman, atau di mana Clark saat Superman ada, kok orang pada gak mencari dia atau curiga). Bingungnya fans tentunya dengan spekulasi jalan cerita yang di luar pakem.
Dan yang paling ditunggu adalah Special Effect nya yang mestinya jauh lebih dahsyat untuk teknologi sekarang. Tentunya detail, kelihatan ada gesekan atmosfir saat Superman terbang dari ruang angkasa menuju bumi. Dan memang dahsyat untuk Special Effect nya. Cuma jadi percuma lantaran nggak ada yang baru aksi Superman nya di banding yang dulu. Malah si Brandon Rough di sini cuma jadi Superman tukang ngangkat barang berat, dari mulai pesawat, bola besi Daily Planet, mobil, cewek sampai dengan yang paling berat, batuan untuk membuat dataran baru yang di buat Lex Luthor. Terlepas dari itu semua, gw gak mau bilang nih film jelek. Nih film asik menurut gw, tema, cerita, tokoh, karakter dan Spc Effect. Atau mungkin karena gw memang penggemar karakter Superhero......
Yang kedua X-Man III, gw nonton nya di Palembang waktu cuti sekalian nyobain twenty one baru di Palembang Indah Mal yang baru soft opening.
Wow, akhirnya ke tonton juga nih film. Memang harus gw akui film-film dari komik Marvel lebih pas di tonton untuk yang mendambakan jago nya sang Superhero.
Kayaknya nih Film mo dibuat yang terkahir deh. Pas jadi trilogy gitu. Cuma meneketehe kalo nantinya akan berlanjut soalnya nih film sukses sih secara pemasukan di Amrik sono.
Jean Gray aja sudah mati di seri kedua di bikin hidup, eh terakhir mati lagi. Terus Cyclops mati juga di sini, terus Profesor X mati juga. Habis deh gw pikir nih film.
Yah ceritanya tentang di temukan nya serum baru untuk menyembuhkan para mutan yang di anggap merupakan penyakit bagi sebagian manusia. Dan ternyata serum itu berasal dari Mutant juga, yang kemampuannya bisa menghilangkan kekuatan Mutant saat berdekatan dengannya.Nah sebagian kaum Mutant yaitu pimpinan nya Magneto tidak menyetujui keadaan ini lalu menyerang dan ingin menghancurkan pabrik pembuat serum dan membunuh Mutant yang menjadi sumber serum tersebut. Lalu cerita di tutup dengan pertempuran habis-habisan antar Mutant baik dan jahat dan dijelaskan kemampuan Jean Gray sebagai Mutant tingkat 5 yang sangat hebat dan akhirnya harus mati di tangan pria yang sangat mencintai nya yaitu Wolverine. Dan Magneto sendiri hilang kemampuan nya karena tersuntik serum.
Untuk special Effect dahsyat habis, bisa mindahin jembatan segala. Untuk Cerita mantap. Untuk Tokoh dan karakter seperti biasa ada penambahan karakter baru Beast dan lain lain. Dan sekali lagi untuk film Aksi Superhero sangat-sangat-sangat menghibur.
Yang ketiga Film yang paling gw nanti Pirates of the Caribbean: Dead Man's Chest.
Huehehe nih film konyol abis. Apalagi kalo bukan karena aksi nya si pria paling di cinta publik Amerika, Johnny Depp. Dari cerita mungkin kelewat panjang kalo mesti gw ceritain karena lumayan berbelit dan berkesinambungan dengan yang pertama. Tapi yang pasti ceritanya tentang perburuan Hati/Jantung nya Davy Jones yang katanya kalo bisa di dapatkan akan menjadi penguasa Samudra. Di sini juga menampilkan kapal bajak laut yang sangat terkenal the Flying Dutchman. Jadi inget Spongebob. Nah perburuan ini kembali melibatkan 3 serangkai Johnny Depp, Orlando Bloom dan Kiera Knightley. Dan terpaksa gw kasih tau disini. Nih film nggak nyudahin ending nya, soalnya dilanjutkan ke 'Pirates of the Caribbean: At World's End (ada Chow Yun Fat loe di yang ke 3 ini). Dan akan release 2007, yang merupakan akhir trilogi. Yah terpakasa bersabar kita, sama kayak Matrix 2 dulu yang nyambung ke Matrix 3.
Siipp...siiip...dan siiip nih film. Semua mua deh gak perlu komenatar banyak tonton aja. Barometernya liat aja di Daftar Box Office di Amerika yang sampai saat ini dalam 4 minggu realese nya sudah mengumpulkan US$358,485,761. Dan masih menempati peringkat kedua terlaris sampai minggu ini. Jadi yah emang nggak salah Jerry Bruckheimer kerjasama dengan Disney membuat nih film, yang sebenarnya salah satu Wahana permainan di Disneyland. Salut juga buat sang sutradara Gore Verbinski. Jadi inget waktu Spielberg menyutradari Indiana Jones dulu deh.
Sebenarnya ada lagi satu film Yang gw tonton, Miami Vice. Film besutan Michael Mann ini disamping kepanjangan kalo dibahas di blog gw, juga males banget nyeritainya soalnya biasalah betapa berat nya film Michael Mann. Jadinya yah yang tadinya nih film Action manis waktu di TV nya, jadi berubah genre Drama kriminal. Actionnya cuma di awal dan akhir aja.
Jadi malem minggu ini mo nonton apa lagi yah........
Sunday, June 25, 2006
Poseidon : Maunya Action di balut Dissaster
Nontonnya sempet telat 10 menit, jadi gak gitu tau awalnya, tiba-tiba pas ngeliat suasana lagi Tahun baruan, terus Richard Dreyfuss coba mau bunuh diri. Dan adegan berganti scene dengan seorang awak kapal yang menyaksikan lewat teropong nya, ombak yang menuju kapal pesiar tersebut yang tingginya bisa setinggi gedung pencakar langit.
Dan alhasil kapal dibalikkan 180 derajat. Atas jadi bawah, bawah jadi atas. Dan dimulailah suasana mencekam. Di lokasi utama pesta tahun baru beberapa orang yang selamat sempat hiruk pikuk, tapi dibikin tenang oleh Kapten kapal. Sementara di ruang lain tepatnya di diskotik Emmy Rossum yang berperan sebagai anaknya Kurt Russel juga selamat, pacarnya Mike Vogel terhimpit di salah satu besi reruntuhan kapal, dan di diskotik ini sempat selamat 4 orang saja dan nantinya yang 2 juga mati, alias hanya Emmy Rossum dan pacarnya Mike Vogel yang selamat.
Dari ruang utama tadi Josh Lucas yang disini berperan sebagai Hero nya yang lumayan gagah berani, mencoba untuk keluar dari kapal tersebut, bagaimanapun caranya tapi di saksikan oleh Jaccinda Barret dan anakanya yang memaksa ikut. Akhirnya dengan terpaksa di terima, plus Kurt Russel yang ingin mencari anaknya di Diskotik dan Richard Dreyfuss yang ternyata seorang Arsitek dan lagi frustasi juga ikut. Tapi sempat juga Kurt Russel mengajak seorang pelayan yang tahu jalan untuk ikut dengan konsekwensi akan di bayar kalo selamat, tapi mati juga nih orang.
Dan dimulailah petualangannya, walau kapten kapal sempat menghalangi mereka keluar dari kumpulan penumpang2 selamat lainnya.
Dari mulai bahaya jatuh dari tempat yang tinggi, air yang siap menenggelamkan sampai dengan api dan ledakkan, semua mereka lalui. Dan seperti action klise lainnya tiba2 ada satu tokoh yang bawaannya penakut dan bikin kesel dan bikin lambat gerak anggota yang lain. Atau yang tiba-tiba sudah tau lagi ada bencana kayak itu eh gak taunya malah ngilang jalan2 entah kemana, pas ketemu nya sudah terancam bahaya dan bikin film jadi tambah tegang...dasar film.
Dan ternyata ada nuansa Armagedon juga yah...di mana Kurt Russel sempat musuh2 an dengan calon mantunya dan terakhir lebih memilih berkorban mati demi anak dan mantunya. He he mirip Bruce Willis dan Ben Afflect di Armagedon...basi.
Dan terakhir penumpang selamat di detik2 akhir dan nggak tau kenapa tiba2 ada satu perahu pelampung lengkap dengan pistol suar-nya sudah siap di luar kapal pesiar yang terus tenggelam dan sempat meledak (biar seru ledakkannya hampir mengenai mereka yang di atas perahu).
Tapi OK lah untuk Action menghibur sekelas Hollywood, film ini lumayan bikin aku sedikit tidak merasa kehilangan duit selesai menontonnya. Yah untuk Sutradara sekelas Wolfgang Pettersen yang pernah buat film dahsyat seperti Troy, In the Line of Fire atau Air Force One bahkan dengan filmnya yang duluan dibuat Perfect Storm yang sama2 bertema Lautan dan Kapal, film remake 72 ini sulit di bandingkan, Perfect Storm jauh lebih berkesan walaupun akhirnya nggak Happy Ending. Patut dinilai lebih disamping special effect juga penata dekorasi yang sangat detail membuat kondisi kapal yang berantakan dan terbalik.
Akhir kata, film ini masih boleh aku sarankan untuk yang mau nonton dan cari hiburan dan buang BT.
Time to Fun
Dimulai dengan lagu yang tidak begitu menghentak yaitu 2 Much Love will Kill you nya Queen. Suara ku cukup membuat kaget beberapa teman he he he...
Setelah itu suasana mulai memanas dengan Yudi bernyanyi dengan karakter khas nya sementara teman2 lain yang sibuk pilih lagu.
Praktis dalam 3 jam itu walau peserta berkurang saat Agus tiba2 sakit. Tapi itu nggak mengurangi kadar keseruannya, dari mulai Cucak rowo, terus lagu2 nya Rama Aipama sampe ke Top 40 hits dan saat ini lagu2 era 60's. 70's sampe 90's kita nyanyikan semua. Dari joget jingkrak sampe guling2 di lantai….huehehe nggak ada satupun yang pasif deh….
Walau awalnya Andy Arwana sakit perut dan Ganesha sibuk Bercinta by Phone tapi di pertengahan suasana mulai menggila.
Semua dokumentasi di abadikan lewat kamera Andhi Srimulat dan Alphons, sempet Yudhi bergaya di foto ala Spiderman he he
Kemarin kita 3 jam kenanyacuma 2 jam (heran juga) jadi 200 rb untuk room, makan minum Yudi yang bayar, soalnya Yudi Ulang tahun, dan buat Yudi, aku dengan mantap menyanyikan lagi persembahan buat nya lagu AIr Supply dengan jerit karakter dan lengkingan ku. Selamat Ultah ya Yud, panjang umur dan sukses deh.
Total 350 an lah, tapi yang kita bayar Cuma 200 rb bagi enam.
Pulang dengan sukses, plus capeknya. Terus nonton bola Korsel satu babak dan Kalah 1-0 di babak pertama itu. Home sleep home....zzzzzzzzzz
Friday, June 23, 2006
World Cup Effect II
So sejauh ini masih Netherland, England dan Argentina yang jadi favorite ku (sesuai urutan untuk rate nya)
Untuk team yang paling nggak aku suka pertama Ghana
Lantaran team ini dengan menjijikannya John Pantsil mengibarkan bendera Israel. Awalnya ketidaksukaanku juga karena mereka mengalahkan salah satu team yang jadi favorite ku juga Rep. Ceska. Sampe dengan nggak sadarnya keluar umpatan berbau SARA saat nonton pertandingan ini, sampe istriku marah ngedengernya, dan untung nya tetap masih boleh nonton setelah dirayu he he he
Awalnya karena mengibarkan panji2 semangat Asia, aku lebih mengharapkan lebih mengkilatnya team Asia di Piala Dunia kali ini. Dengan berharap Benua yang menjadi saingan Asia yang mulai sering dipandang FIFA yaitu Afrika, redup prestasi nya di World Cup tahun ini. Jadi so pasti Asia akan makin banyak jatah di World Cup berikutnya.
Tapi nggak terlalu rasialis lah sesuai dengan tema World Cup kali ini, aku suka banget dengan team Pantai Gading, sayang mereka terjebak di group yang sesat.
Yang kedua Mexico, alasannya sederhana team ini terlalu "songong" kalo meminjam istilah temen ku si Ganesha, gimana nggak arogan kalo belum apa2 udah berani nunjuk diri bakal jadi World Cup Champion. Terus sebel aja aku sama dia sering ngancurin team2 unggulan.
Yang ketiga aku nggak suka adalah team yang justru calon kuat jadi unggulan yaitu BRASIL.
Nggak suka nya lantaran bosen aja....Brasil lagi....Brasil lagi. Terus yang awam yang nggak terlalu ngikutin perkembangan sepakbola biasanya pilihnya Brasil (sorry nih buat fans Brasil).
Jadi simple aja sih alasannya.
Walaupun begitu katanya demam World Cup ini begitu mem bahana, tapi di kantor ku kayaknya tetap adem ayem aja tuh, payah....jadi yah nggak bisa nge bahas bareng deh..
Walaupun begitu nggak ada masalah tetap saja aku dengan komunitas ku di sini berencana mengadakan nonton bareng, dan itu sudah di coba saat awal pembukaan sambil ber BBQ ria.
Jadi untuk yang tidak menghiraukan event ini benar2 nggak memanfaatkan bagian dari sejarah, walaupun cuma jadi penonton, di TV.


